Kuota VideoMax Itu Apa Sih Sebenarnya?

Sobat Kuotadata.com, sebagai pecinta Kuota Internet, apalagi pecinta kabar terhangat, pastinya kita mengetahui bahwa baru-baru ini telah terjadi Insiden yang menimpa pihak Telkomsel. Nah, insiden tersebut ternyata menimpa website resmi Telkomsel (Telkomsel.com). Pada Homepage-nya dirubah menjadi tulisan curahan komplain tentang paket internet Telkomsel yang terlalu mahal, dan selalu dibagi-bagi dan membinungkan para konsumen. Nah, pastinya pada penasaran dan bertanya, isikuota.co.id Sih Sebenarnya?.

Pada postingan kali ini, kita akan membahas tentang apa sebenarnya VideoMax yang juga turut menjadi sasaran dan curahan komplain para peretas yang menyerang situs resmi Telkomsel (Red : Peretas menyebutnya “Kampret”).

Komplain para hacker (peretas) tersebut berasal dari mahalnya tarif yang selalu saja menjebak para konsumen. Apalagi ada syarat-syarat tertentu untuk dapat menggunakannya, seperti pada Kuota VideoMax, pelanggan membutuhkan aplikasi pihak ketiga (3rd Party) yakni aplikasi yang sengaja bekerjasama dengan Telkomsel untuk menyediakan akses kemudahan akses data untuk para pelanggan Telkomsel.

Namun, ironisnya bahwa Kuota VideoMax justru membingungkan para pelanggannya. Bagaimana tidak, setelah membayar sebesar Rp. 65.000 untuk CatchPlay, atau Rp. 80.000 untuk aplikasi HOQQ, VIU, dan SuperSoccer, pelanggan masih diharuskan mendaftarkan diri pada beberapa aplikasi tersebut.

Jika penggunanya masih muda sih tidak akan jadi masalah, namun jika penggunanya adalah orang-orang yang sudah cukup umur, atau yang tidak terlalu mengerti tentang “Keribetan” Prosedur tersebut, tentu mereka akan menganggap bahwa setelah mendaftarkan diri pada paket, mereka bisa menonton video dari platform apapun.

Namun kenyataannya tidak, mereka tidak bisa menggunakan Kuota VideoMax tersebut tanpa aplikasi pihak ketiga yang bekerjasama dengan Telkomsel. Ribetnya lagi, jika paket VideoMax yang anda daftarkan adalah HOQQ, anda tidak akan dapat menggunakannya di platform Third Party lain seperti VIU maupun SuperSoccer. Tentu saja, batasan-batasan seperti ini menjadi titik lemah yang harus segera diperbaiki oleh pihak Telkomsel, agar mereka tidak hanya mengandalkan “Nama dan Popularitas” sebagai provider pertama di Indonesia saja, namun juga tetap memperhatikan kepuasan pelanggan.